seperti matahari di dada
membuncah rasa menghentak setiap nada
aku rindu
pilu sembilu mengiris tajam kalbu
tersadarku
begitu jauh begitu tak tersentuh
uluran tangan tak sampai ketepian
seperti mengayuh dalam angin
aku rindu
hampiri padang gersang tanpa nama
begitu asing begitu janggal
aku pengelana waktu
di timpa cahaya bulan masa silam
begitu sendu
melihat kilasan kehidupan
menerawang setiap ceruk perjalanan
dan aku merindukan kalian kawan
Posted on on March 28th, 2009 in
Uncategorized |
No Comments »
Seperti Jiwa ku terhilang dari jejakmu
Menerawang setiap kata dan tindakan yang tertata
jika ada samudra seluas hati maka akan hilang setiap cela
dan sudah sekian lama aku tersembunyi diantara bayangan
adakah kau baik-baik saja saudaraku?
tertiup angin sudah masa silam
menguntai benang bernama kenangan
sungguh indah kebersamaan yang telah ada
dan dari jauh hati ini hanya bisa berucap terima kasih untuk segala
dan kehidupan pun bergulir kemana saja dia pergi
tanpa ada seorang pun yang tahu
tapi selamanya kau adalah saudaraku….
dalam daging dan darahku
Posted on on March 28th, 2009 in
Uncategorized |
No Comments »
sebening senja di pantai kuta
sesejuk air terjun pegunungan seribu
aku mendengar sayup-sayup burung berkicau
tiba-tiba bunga nan indah mekar merona
dan inilah waktunya
aku harus melangkah lagi
berpindah dari satu desa ke desa yang lain
walau hati ini gundah gulana meninggalkan semua
aku tak ingin terpana
aku akan terbang lagi
mencari ranting kecil untuk bersandar kembali
melanjutkan rendaan mimpi
atau aku masih jua terlelap
aku tak tahu
aku tak ingin terbuai angan dan khayalan
jika nanti takdir membawaku kembali
aku ingin sesuatu yang indah yang akan terjadi
aku ingin melihat keindahan yang menakjubkan lagi
selamat tinggal dari hati yang terluka
selamat tinggal kenangan masa lalu
dan inilah saat kita berpisah
jangan ada air mata
karna semoga kita akan bertemu kembali
See you in the next time……………
Yogyakarta, 27 Juni 2008
(mungkin akan lama sekali nggak posting, see you in the next chapter)……^_^
Posted on on June 27th, 2008 in
Uncategorized |
1 Comment »
Menatap lembaran hidupku
Layaknya syair yang tertutup mega mendung
aku berjalan ditengah gontainya hatiku
merasuk disetiap relung jantung
Aku pun melihatmu
bagai dewi yang pancarkan sinar dalam hembusan malam
aku tersadar betapa papa diriku
tertatih berjalan meraih mimpi
ketika kusadar nyata ini sudah terlambat
aku harus berlari lagi untukmu
aku harus terbang lagi untukmu
karna tiada alasan lain kuhidup jikalau bukan dirimu
namun dinginnya kegelapan hanya rona merah selembar kain putih
Hitam warnanya hanya kelabu bagi awan jua
meski mentari bertahtakan mahligai intan
tetap jua panasnya membakar padang
dan mawar yang mekar ditangan takkan bertahan
jika tanpa hati dari setiap insan
aku malu pada diriku
kusembunyikan segala bodoh dan sedih ku dilipatan lengan
tiada mengobati setiap luka ini
ingin kuberlari dan teriak
"AKU MENCINTA MU"
namun akal ini kadang bertanya
"PANTASKAH?"
tiada lagi kutanyakan itu pada ayunan ilalang
dan kulihat senyum itu di ukiran batu abadi
di setiap nyala yang merekah dari dalamnya kawah jiwa
aku termangu, menatap masa yang terbentang jauh didepan sana
aku bertanya pada diriku adakah ku bertahan
dan hati kecilku meyakinkan
aku akan bertahan dengan segala yang ada padaku
aku bertahan dalam badai hidupku
dia yang diatas sana semoga melihat setiap relung jiwa ini
hingga ketika ku mati aku tiada lagi menyesal seorang diri
Yogyakarta, 27 Juni 2008
MELANKOLIS DAY…..
Posted on on June 27th, 2008 in
Uncategorized |
1 Comment »
Menapaki jalan hidupku
begitu berliku penuh tanjakan dan tikungan
menanti secercah pagi sang mentari
bersiul raga ini semakin hari
ada saja kisah terukir dihati
kadang ku bertanya
apakah ini jalan ku yang tertulis
atau hanya sekedar berhenti untuk bersandar
dan lalu aku akan berjalan lagi
ataukah berlari
menapaki jalan kehidupan yang terus saja berbatu
dan ku lihat sandaran pelukan cacian pujian
yang bergemuruh disetiap langkah ini
masih panjang jalan ini
dan semakin lama jantungku semakin berdetak
mengukur dalamnya masa depan yang terbentang
mencoba meretas setiap helaian mimpi
berlari, terjatuh, tertawa, menangis, sedih, dan bahagia
hamparan jiwa yang membuat semakin kuat
dan cinta serta benci datang silih berganti
namun aku tetap berjalan hingga kini
menatap cinta yang telah menungguku disurga
cinta dari Dia…..yang tak tersebut nama-Nya
Posted on on June 11th, 2008 in
Uncategorized |
2 Comments »
Maaf ya…..ga pamit ma kamu
Maaf tidak sempat menemuimu pada malam keberangkatan
maaf tanpa sepatah kata aku utarakan padamu
namun cukuplah bagiku kepercayaanku padamu
Disini aq kangen bangetma kamu
sungguh aku kangen banget…………..
see you ………………
Posted on on March 29th, 2008 in
Uncategorized |
3 Comments »
Mengapa hati ini begitu sepi tanpamu kasih?
adakah rasa ini benar untuk diriku kasih?
adakah debar jantung hati ini tersampaikan oleh derasnya hujan?
adakah sang angin bercerita padamu
betapa aku merindumu?
Sayang,
Jika dapat ku untai seluruh kalimat jiwa ini hanya tertuju padamu
Sayang,
Jika dapat kulihat setitik cahaya dalam mataku hanyalah dirimu
Sayang,
Adakah kau rasakan jiwa ini sepi tanpamu
Kasihku,
Aku merindumu
Bagai bulan yang merindukan kerlipan manja sang bintang
Bagai embun yan merindukan mentari pagi
Bagai pengelana padang pasir yang merindukan setetes air
Duhai wanita yang menggengam hatiku
ingin kubercerita pada dunia tentang dirimu
dirimu yang selalu ada dihatiku
bahkan hingga ke sudut terkecil dari hati ini,
Yank, aku kangennnnnnnnnnn
Jogjakarta, 6 Februari 2008
Ketika rindu melambai padaku
Posted on on February 6th, 2008 in
Uncategorized |
No Comments »
Untuk dia yang lembut hatinya
Salam sayang seharum kesturi dan melati
Untuk Ia yang begitu tegar menghadapi diriku yang hina
Sayang,
Jika air mata ini dapat tertumpah maka itu hanyalah untukmu
Jika cinta ini seluas samudra hanya untukmu
Hanya padamu
Namun,
Aku tak ingin Dia cemburu,
Aku tak ingin Ia yang maha tinggi cemburu padamu
Hingga kita tiada dapat berkumpul di surga
Wahai wanita yang lembut hatinya
Jika dapat mulut ini bersua
maka tiap kata ada namamu
dan tiap sudut hati hanya untukmu
seperti nyala lilin di kegelapan yang disertai kabut malam
Sayang,yang hatiku berada padamu
jika saja bukan surga tujuan kita
maka akan kupeluk dirimu dalam setiap detik hidupku
jika saja kau telah halal untukku
maka akan kubelai setiap ujung rambutmu
namun tak kan kunodai cinta ini dengan hanya sekerat hasrat
akan kubelenggu tangan yang telah menjamahmu sebelum waktunya
karna aku mencintaimu
karna aku menyayangimu
Cinta hakiki adalah Cinta pada Dia yang Mahatahu
Cinta yang kita mencintai karena-Nya
Untuk wanita yang lembut hatinya
Maukah kau menungguku
Maukah kau menanti diriku
Biar waktu berjalan seperti layaknya siput
namun biarlah cinta menyalakan setiap detik resah dan rindu
Hingga nanti jika ku bertemu denganmu
Akan ku jemput dirimu darinya dengan segenap cinta dan kasihku
Jogjakarta, 4 Februari 2008
Posted on on February 4th, 2008 in
Uncategorized |
No Comments »
Hanya anganku saja atau memang ada mantra terjapa
Samar tapi tiada tidak terasa
menelusup sambil dibuai bau kemenyan
atau aku yang terbuai oleh angan ku sendiri?
menggerogoti tubuhku yang terbujur kaku karena sepi
Aku tenggelam dalam pertanyaan hati yang tiada terterka
adakah aku sudah tiada berarti?
hingga harus terbuang dari kawanan sendiri?
adakah tiada ku temui?
seseorang yang membuatku lebih berarti
dan aku akhirnya menemukanmu
walau harus dengan untaian airmata yang jemu
tiada kusesali
biarlah kupendam segenap rasa didalam ibu bumi
biarlah kau kulihat laksana bunga yang tumbuh dipagi hari
dan sekarang aku disini
tubuhku kaku tiada berdiri
karena tiada kulihat engkau lagi
dan hanya anganku yang bermain dengan perasaan
menjangkau rasa yang dulu pernah menggelayuti dadaku
dan hanya kulihat langit
hingga cacing-cacing itu menghampiri disetiap jengkal tubuhku
tapi aku tak mau sendiri
walau sudah ditemani sepi
dan angin semilir itu pun membawa aroma tubuhmu kembali
dan aku pun tersadar
aku pun harus berlari
biar nyawa tinggal separuh badan
biar tulang telah termakan tanah
biar bau busuk menjalariku
tapi aku harus berlari
untuk melihatmu tetap menari
bahagia dengan sang mentari
Jogjakarta, 21 Desember 2007
Posted on on December 20th, 2007 in
Uncategorized |
2 Comments »
Aku bertapa dalam kesunyian hatiku
Berharap ia datang dan menyapa
Ya, aku ingin berbicara padamu
Bukan lewat tulisan ataupun suara
Tapi dari hati terdalam seorang pria
Dengan kerendahan hati dan setulus jiwa
Hai, kemana kau pergi selama ini
Sudah ku tunggu langkahmu
Entah mengapa masih jua ku menunggumu
tergeletak sudah hati ini jka ku harus pergi sendiri
Namun hidup terus berjalan
Dan pertunjukan haruslah kembali dimulai
Tak bisa lagi kita berkutat pada mimpi
Karna sudah tiada lagi asa tersisa
Biar tanpa cinta
Biar tanpa hati
Biarlah aku berjalan mengikuti takdirku kembali
Daun-daun melambai begitu kerasnya
dan akupun tersadar dalam kenyataan
Ya,aku pun harus pergi
seperti jiwaku yang berontak keras
Memaksaku untuk melangkah ke depan
Menyongsong hari yang lebih cerah
Untuk masa depan yang lebih baik
bukan untuk siapa-siapa hanya untuk diriku sendiri
Dan kulihat secercah sinar dalam matamu
kulihat punggung itu begitu gagah melangkah
Ya, memang sudah seharusnya begitu
Dan aku pun harus melangkah pula
Jogjakarta, 16 November 2007
Posted on on November 15th, 2007 in
Uncategorized |
2 Comments »