Aku berkutat dengan pikiranku yang jalang,
menyusup dan menyusuri lembah hitam yang bernama rasio
masih sadarkah aku sebagai manusia?
atau hanya boneka hidup yang tiada bermakna
entah sudah berapa lama hati pergi tak kembali
dan aku pun tak peduli
tubuhku, jiwaku melayang-layang entah kemana
adakah ku peduli?
TIDAK SAMA SEKALI!!!
biar kata orang, gila adalah suatu penyakit
biar kata orang, beda adalah ketidaknormalan
aku bilang itu adalah suatu IDENTITAS!!!
dan biarkan aku berkutat dengan ke-ANEH-an ku
biarpun kau tak setuju
Akankah ku diam saja ketika kau memaki dengan pandangan jijik kearahku
AKu tidak akan memperdulikanmu
biar saja kau seperti itu
Kau sedari dulu memang seperti itu
Dan aku kembali menyusuri pikiran ku yang jalang,
Sedari dulu kau tak berubah kawan
saat waktu berjalan dengan angkuh, congkak
kau hanya berdiri, diam dan tak melangkah
namun aku takkan menyerah
biar kata orang kita satu tubuh satu nyawa
tapi aku akan berjalan, bahkan berlari jika perlu
aku menggugatmu karna tlah membawaku seperti ini
Kau menghancurkan arti hidupku,
Ha….ha…ha…..
Kau kutinggalkan disini
biarlah jiwamu hancur namun aku tetap bertahan
takkan kupedulikan dirimu….
Kasihan?…..atas nama kemanusiaan?
Kemanusiaan manusia saat ini telah terjual….
oleh gemerlapnya harta dan kekuasaan….
lalu jika boleh kutanya?
Berapa harga dirimu?
dan kau pun diam……
Atau aku salah bertanya ya?…..
Mungkin pertanyaannya adalah,
Apakah kau masih punya harga diri???
dan aku pun meragukannya….
Masih juga berjalan menyusuri pikiranku yang jalang
dan setan pun tertawa dalam diamnya…
Huh….
Aku tertawa dalam tangisan diriku sendiri
dalam sepi dan sunyinya malam aku tenggelam
dalam rasa sakit yang tak terkatakan ini
masihkah ku berharap?
TIDAK!!!
aku termangu sendirian
ketika kehidupan sudah tak berkawan
dan disudut gelap itu, kematian dengan senyuman lebar menantiku
tapi berkata ini belum waktuku
maaf jika telah mengecewakanmu
"ditemani rembulan malam aku bangkit, entah akan kubawa kemana tubuh ini, dan sayup-sayup kudengar"
Mau kemana dirimu sudah mati saja, takkan ada yang kehilangan dirimu
Dan aku berkata, DIAM!!!
Jogjakarta, 5 September 2007