Hamparan Hati

Ini duniaku, pikiranku dan semua tentangku. Met baca dan met berpetualang di duniaku. Thank’s dah mw baca

Archive for February, 2008


Kangen…………

Mengapa hati ini begitu sepi tanpamu kasih?
adakah rasa ini benar untuk diriku kasih?
adakah debar jantung hati ini tersampaikan oleh derasnya hujan?
adakah sang angin bercerita padamu
betapa aku merindumu?
Sayang,
Jika dapat ku untai seluruh kalimat jiwa ini hanya tertuju padamu
Sayang,
Jika dapat kulihat setitik cahaya dalam mataku hanyalah dirimu
Sayang,
Adakah kau rasakan jiwa ini sepi tanpamu
Kasihku,
Aku merindumu
Bagai bulan yang merindukan kerlipan manja sang bintang
Bagai embun yan merindukan mentari pagi
Bagai pengelana padang pasir yang merindukan setetes air
Duhai wanita yang menggengam hatiku
ingin kubercerita pada dunia tentang dirimu
dirimu yang selalu ada dihatiku
bahkan hingga ke sudut terkecil dari hati ini,
Yank, aku kangennnnnnnnnnn

Jogjakarta, 6 Februari 2008
Ketika rindu melambai padaku

Untuk Wanita yang sangat Ku Cinta……

Untuk dia yang lembut hatinya
Salam sayang seharum kesturi dan melati
Untuk Ia yang begitu tegar menghadapi diriku yang hina
Sayang,
Jika air mata ini dapat tertumpah maka itu hanyalah untukmu
Jika cinta ini seluas samudra hanya untukmu
Hanya padamu
Namun,
Aku tak ingin Dia cemburu,
Aku tak ingin Ia yang maha tinggi cemburu padamu
Hingga kita tiada dapat berkumpul di surga
Wahai wanita yang lembut hatinya
Jika dapat mulut ini bersua
maka tiap kata ada namamu
dan tiap sudut hati hanya untukmu
seperti nyala lilin di kegelapan yang disertai kabut malam
Sayang,yang hatiku berada padamu
jika saja bukan surga tujuan kita
maka akan kupeluk dirimu dalam setiap detik hidupku
jika saja kau telah halal untukku
maka akan kubelai setiap ujung rambutmu
namun tak kan kunodai cinta ini dengan hanya sekerat hasrat
akan kubelenggu tangan yang telah menjamahmu sebelum waktunya
karna aku mencintaimu
karna aku menyayangimu
Cinta hakiki adalah Cinta pada Dia yang Mahatahu
Cinta yang kita mencintai karena-Nya
Untuk wanita yang lembut hatinya
Maukah kau menungguku
Maukah kau menanti diriku
Biar waktu berjalan seperti layaknya siput
namun biarlah cinta menyalakan setiap detik resah dan rindu
Hingga nanti jika ku bertemu denganmu
Akan ku jemput dirimu darinya dengan segenap cinta dan kasihku

Jogjakarta, 4 Februari 2008