Hamparan Hati

Ini duniaku, pikiranku dan semua tentangku. Met baca dan met berpetualang di duniaku. Thank’s dah mw baca

Archive for June, 2008


Time to wake up……..

sebening senja di pantai kuta
sesejuk air terjun pegunungan seribu
aku mendengar sayup-sayup burung berkicau
tiba-tiba bunga nan indah mekar merona
dan inilah waktunya
aku harus melangkah lagi
berpindah dari satu desa ke desa yang lain
walau hati ini gundah gulana meninggalkan semua
aku tak ingin terpana
aku akan terbang lagi
mencari ranting kecil untuk bersandar kembali
melanjutkan rendaan mimpi
atau aku masih jua terlelap
aku tak tahu
aku tak ingin terbuai angan dan khayalan
jika nanti takdir membawaku kembali
aku ingin sesuatu yang indah yang akan terjadi
aku ingin melihat keindahan yang menakjubkan lagi
selamat tinggal dari hati yang terluka
selamat tinggal kenangan masa lalu
dan inilah saat kita berpisah
jangan ada air mata
karna semoga kita akan bertemu kembali
See you in the next time……………

Yogyakarta, 27 Juni 2008

(mungkin akan lama sekali nggak posting, see you in the next chapter)……^_^

Aku tak Tahu…..

Menatap lembaran hidupku
Layaknya syair yang tertutup mega mendung
aku berjalan ditengah gontainya hatiku
merasuk disetiap relung jantung
Aku pun melihatmu
bagai dewi yang pancarkan sinar dalam hembusan malam
aku tersadar betapa papa diriku
tertatih berjalan meraih mimpi
ketika kusadar nyata ini sudah terlambat
aku harus berlari lagi untukmu
aku harus terbang lagi untukmu
karna tiada alasan lain kuhidup jikalau bukan dirimu
namun dinginnya kegelapan hanya rona merah selembar kain putih
Hitam warnanya hanya kelabu bagi awan jua
meski mentari bertahtakan mahligai intan
tetap jua panasnya membakar padang
dan mawar yang mekar ditangan takkan bertahan
jika tanpa hati dari setiap insan
aku malu pada diriku
kusembunyikan segala bodoh dan sedih ku dilipatan lengan
tiada mengobati setiap luka ini
ingin kuberlari dan teriak
"AKU MENCINTA MU"
namun akal ini kadang bertanya
"PANTASKAH?"
tiada lagi kutanyakan itu pada ayunan ilalang
dan kulihat senyum itu di ukiran batu abadi
di setiap nyala yang merekah dari dalamnya kawah jiwa
aku termangu, menatap masa yang terbentang jauh didepan sana
aku bertanya pada diriku adakah ku bertahan
dan hati kecilku meyakinkan
aku akan bertahan dengan segala yang ada padaku
aku bertahan dalam badai hidupku
dia yang diatas sana semoga melihat setiap relung jiwa ini
hingga ketika ku mati aku tiada lagi menyesal seorang diri

Yogyakarta, 27 Juni 2008
MELANKOLIS DAY…..

Termangu untuk merenung….

Menapaki jalan hidupku
begitu berliku penuh tanjakan dan tikungan
menanti secercah pagi sang mentari
bersiul raga ini semakin hari
ada saja kisah terukir dihati
kadang ku bertanya
apakah ini jalan ku yang tertulis
atau hanya sekedar berhenti untuk bersandar
dan lalu aku akan berjalan lagi
ataukah berlari
menapaki jalan kehidupan yang terus saja berbatu
dan ku lihat sandaran pelukan cacian pujian
yang bergemuruh disetiap langkah ini
masih panjang jalan ini
dan semakin lama jantungku semakin berdetak
mengukur dalamnya masa depan yang terbentang
mencoba meretas setiap helaian mimpi
berlari, terjatuh, tertawa, menangis, sedih, dan bahagia
hamparan jiwa yang membuat semakin kuat
dan cinta serta benci datang silih berganti
namun aku tetap berjalan hingga kini
menatap cinta yang telah menungguku disurga
cinta dari Dia…..yang tak tersebut nama-Nya