Aku tak Tahu…..
Menatap lembaran hidupku
Layaknya syair yang tertutup mega mendung
aku berjalan ditengah gontainya hatiku
merasuk disetiap relung jantung
Aku pun melihatmu
bagai dewi yang pancarkan sinar dalam hembusan malam
aku tersadar betapa papa diriku
tertatih berjalan meraih mimpi
ketika kusadar nyata ini sudah terlambat
aku harus berlari lagi untukmu
aku harus terbang lagi untukmu
karna tiada alasan lain kuhidup jikalau bukan dirimu
namun dinginnya kegelapan hanya rona merah selembar kain putih
Hitam warnanya hanya kelabu bagi awan jua
meski mentari bertahtakan mahligai intan
tetap jua panasnya membakar padang
dan mawar yang mekar ditangan takkan bertahan
jika tanpa hati dari setiap insan
aku malu pada diriku
kusembunyikan segala bodoh dan sedih ku dilipatan lengan
tiada mengobati setiap luka ini
ingin kuberlari dan teriak
"AKU MENCINTA MU"
namun akal ini kadang bertanya
"PANTASKAH?"
tiada lagi kutanyakan itu pada ayunan ilalang
dan kulihat senyum itu di ukiran batu abadi
di setiap nyala yang merekah dari dalamnya kawah jiwa
aku termangu, menatap masa yang terbentang jauh didepan sana
aku bertanya pada diriku adakah ku bertahan
dan hati kecilku meyakinkan
aku akan bertahan dengan segala yang ada padaku
aku bertahan dalam badai hidupku
dia yang diatas sana semoga melihat setiap relung jiwa ini
hingga ketika ku mati aku tiada lagi menyesal seorang diri
Yogyakarta, 27 Juni 2008
MELANKOLIS DAY…..
June 28th, 2008 at 2:55 am
tuh kan…kamu sendiri kalo mencintai seseorang juga bertanya ‘pantaskah’?
begitu juga aku….ha ha ha….
udahlah kalo pengecut ya pengecut….akan cinta ha ha ha